Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label DESA PAROMAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DESA PAROMAAN. Tampilkan semua postingan

Banjir Rusak Puluhan Hektar Sawah di Paromaan



Hujan lebat yang melanda Pulau Bawean menyebabkan banjir dibeberapa wilayah. Salah satunya desa Panoramaan, banjir merusak lahan tanaman padi seluas 30 hektar.

“Padahal lahan tersebut baru saja ditanami,” kata kepala desa Paromaan Kafil Kamsidi, Senin (30/5).

Seingat Kafil, petani di desanya baru saja menanami padi sekitar 20 hari yang lalu.

Atas nama kepala desa, Kafil Kamsidi berharap kepada aparat terkait untuk membantu permasalahan yang dihadapi warganya.

Camat Tambak Narto yang meninjau langsung kondisi banjir menyelidiki penyabab banjir di persawahan.

Salah satu penyebabnya diketahui aliran air tidak semuanya terbuang ke sungai. (bst)

Desa Paromaan Membangun Balai Desa Termegah & Terbesar di Pulau Bawean

Media Bawean, 13 Maret 2014


Diantara 30 desa di Pulau Bawean, desa Paromaan kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik sedang membangun balai desa termegah dan terbesar.

Balai desa Paromaan dibangun di area yang lama, dengan desain baru terlihat kokoh dan tangguh. Didalamnya, terdiri banyak ruangan untuk pelaksanaan tugas kepala desa bersama aparatur pemerintahan desa lainnya.

H. Kafil Kamsidi ditemui Media Bawean (12/3/2014) mengatakan balai desa dibangun sudah hampir 3 tahun lamanya pelaksanaan pembangunan. Dana pembangunan menurutnya, bersumberkan dari APBD Kabupaten Gresik melalui Badan PMD, jasmas anggota DPRD Kabupaten Gresik. Termasuk sumbangan warga Paromaan di Malaysia, Singapura dan Jakarta. Adapun sumbangsih warga di desanya, yaitu bergotong royong untuk pembangunan.

Pembangunan balai desa Paromaan, menurut H. Kafil Kamsidi bertujuan untuk penerapan UU Desa No. 6 Tahun 2014. "Untuk pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat diperlukan fasilitas lengkap dan terbaik,"katanya.

"Sesuai UU Desa No. 6 Tahun 2014, seluruh sentral pembangunan dari pemerintah pusat dipusatkan di pemerintan desa untuk pemerataan kepada seluruh rakyat,"ujarnya.

"Melalui fasilitas yang lengkap, kinerja seluruh aparatur pemerintahan desa diharapkan untuk memberikan pelayanan terbaik dan prima kepada seluruh warganya,"jelasnya. 

Disinggung soal jabatan kepala desa periode, H. Kafil Kamsidi menyatakan pembangunan akan dilanjutkan oleh Plt. Kepala Desa, sehubungan dirinya kembali akan mencalonkan kepala desa Paromaan. (bst)

Akibat Dam Air Sungai Rusak Parah, Desa Paromaan Terancam Gagal Panen

Media Bawean, 1 Maret 2014


Warga desa Paromaan, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik terancam gagal panen tahun ini, disebabkan dam atau bendungan sungai untuk irigasi mengalami rusak parah.

Rusaknya dam sungai di desa Paromaan mengancam sebagian besar tanaman padi di sawah tidak bisa tumbuh sempurna. Padahal air di sungai desa Paromaan masih terlihat lancar dengan debit cukup besar dari aliran danau kastoba.

H. Kafil Kamsidi, kepala desa Paromaan ditemui Media Bawean (sabtu, 1/3/2014) mengatakan kondisi pertanian warga terancam gagal panen tahun ini, sehubungan kondisi dam (bendungan) sungai mengalami kerusakan parah tanpa ada perhatian dari pihak terkait, khususnya Dinas PU Kabupaten Gresik.

Menurutnya, kekeringan akibat tidak turun hujan melanda Pulau Bawean, sebenarnya bisa teratasi dengan besarnya aliran air sungai dari danau kastoba. "Sehubungan dam sudah rusak, dampaknya lahan pertanian milik warga mengalami kekeringan,"katanya.

Kafil menjelaskan, sebenarnya sudah lama dilaporkan termasuk diajukan untuk perbaikan pembangunan infrastruktur dam, tapi sampai sekarang belum ada respon dari pihak terkait. "Harus kemana akan mengadu, melihat kondisi bangunan sudah rusak parah,"ujarnya.

Kondisi rusaknya dam sungai telah mengancam gagal panen tahun ini di desa Paromaan, seluas lahan sekitar 80 hektar sawah milik warga.

"Sungguh kasihan dengan nasib warga, dampak kurangnya perhatian dari pihak terkait telah mengakibatkan lahan sawah mengalami kekeringan. Padahal kondisi tidak turunnya hujan tidak berpengaruh, tapi rusak infrastruktur sangatlah mempengaruhinya,"tuturnya.

Solusi alternatif mengatasi kerusakan dam sungai, warga desa Paromaan membendungan dengan menumpuk pasir dalam sak yang disusun. Itupun masih terlihat kebocoran disana sini, sehingga bendungan darurat tidak maksimal.

"Dampak sangat memprihatinkan, setiap saat terjadi pertengkaran sampai perkelahian akibat warga rebutan air untuk mengairi sawahnya,"terangnya Kades Paromaan.

"Dinas Pertanian Kabupaten Gresik sudah sangat perhatian dengan membangun irigasi ke sawah warga. Persoalannya dam sungai yang rusak menjadi tanggungjawab Dinas PU Kabupaten Gresik, sampai sekarang belum ada perbaikan dari seluruh dam sungai di desa Paromaan,"jelasnya.

"Percuma memperbaiki di hilir(saluran irigasi), ternyata di hulu (dam sungai) mengalami kerusakan sangat parah,"ungkapnya. 

Perlu diketahui menurut Kafil Kamsidi, Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pembangunan tahun 2014 akan fokus dalam ketahanan pangan. "Bagaimana mau mempertahankan ketahanan pangan, bila sarana dan prasarana seperti infrastruktur dam sungai mengalami kerusakan sangat parah yang berdampak petani gagal panen,"paparnya dengan wajah kesal.

Kepala Dinas PU Kabupaten Gresik Bambang Isdianto dihubungi Media Bawean, menyatakan sudah menerima laporan terkait rusaknya dam sungai di desa Paromaan. "Kita perjuangkan semoga dam sungai yang rusak bisa segera diperbaiki,"pungkasnya. (bst)

3 Dam Di Paromaan Rusak, Sawah Warga Kekurangan Air

Media Bawean, 29 Januari 2012

Pemerintah Kabupaten Gresik berencana membangun megaproyek pembangunan Stadion Gunung Lengis senilai Rp 230 miliar. Disisi lain, masih banyak infrastruktur yang dibutuhkan oleh warga di Pulau Bawean yang mengalami rusak parah tanpa ada rencana pembangunan, sedangkan pembangunan yang ada dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan. Dampaknya, seperti rusakanya dam sungai sebagai tempat penampungan air mengancam kepada petani akan gagal panen.

H. Kafil Kamsidi sebagai Kepala Desa Paromaan, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, dihubungi Media Bawean (minggu, 29/1/2012) mengatakan ada 3 dam sungai mengalami rusak total dan tidak bisa difungsikan. "Dampaknya banyak sawah milik warga desa Paromaan termasuk warga desa lainnya yang letaknya di desa Paromaan mengalami kekeringan akibat kurangnya hujan di Pulau Bawean,"katanya.

"Sudah berulang kali membuat dan mengirim proposal, ternyata hasilnya nihil tidak ada respon dari pemerintah daerah,"ujarnya.

"Kemarin sudah menghadap ke Dinas PU Kabupaten Gresik bertemu dengan ibu Susi, ternyata jawabanya tidak ada pembangunan disebabkan masih kekurangan anggaran,"terangnya.

Harapan besar Kepala Desa Paromaan, agar pemerintah daerah segera melakukan pembangunan 3 dam yang mengalami rusak total, agar bisa difungsikan kembali oleh petani untuk mengairi sawahnya. "Jika kondisi seperti sekarang tetap tidak ada respon untuk pembangunan, dampaknya seluruh petani akan gagal panen,"paparnya.

Menurut H. Kafil Kamsidi, warga sudah berusaha membuat penampungan  air sungai memakai tumpukan pasir didalam karung, tetapi saat banjir terjadi akan hilang disebabkan tidak permanen dan kontruksinya tidak kuat. (bst)

Guci Kuno Di Desa Paromaan, Berserakan Tak Terawat

Media Bawean, 30 Agustus 2010


Keberadaan barang-barang kuno di Pulau Bawean sudah mulai langka, seperti dhurung, rumah kuno, guci dan lain-lain, setelah diburu orang-orang pendatang untuk dibeli kemudian dijual kepada kolektor barang-barang kuno.

Lain hanya di desa Paromaan Kecamatan Tambak Pulau Bawean, hasil pantuan Media Bawean hari ini (senin, 30/8) ketika menelusuri perkampungan ternyata dibelakang rumah banyak berserakan guci kuno yang tidak terawat.

Warga desa Paromaan, Hj. Rahmah mengatakan guci kuno sudah tidak berharga, "Silahkan keliling kampung, lihat dibelakang rumah warga hampir dipastikan akan menemukan banyak guci kuno yang tidak terawat," katanya.

"Sekarang zaman sudah maju, guci kuno sudah tidak layak pakai diganti guci modern," ujar Hj. Rohmah.

Kepala Desa Paromaan, Drs. Kafil Kamsidi ditemui Media Bawean di Balai Desa Paromaan, membenarkan bahwa guci kuno di desanya tidak memiliki harga. "Lihatlah dibelakang rumah warga, banyak guci kuno sebagai penampung air hujan," terangnya.

"Bila keberadaan guci kuno dianggap sebagai barang langka dan dilindungi, semestinya pihak terkait menyampaikan pemberitahuan kepada warga agar selalu menjaganya,"jelas Kepala Desa Paromaan. (bst)

Korban Longsor Candi Dimanakah Sekarang? Dapat Proyek Rumah Gakin, Sangat Bergembira

Media Bawean, 9 Juli 2010

Rumah Gakin Di Desa Paromaan Tambak

Sudah dua tahun lebih kejadian longsor di Paromaan dan Balikterus, bagaimana kondisi korban longsor sekarang ini?

Kemarin (8/7) Media Bawean bersama Kades Paromaan Kafil Kamsidi mengunjungi salah satu warganya yang menerima Bedah Rumah Keluarga Miskin (Gakin) letaknya di Sumber Waru desa Paromaan Tambak. Secara kebetulan yang mendapatkan rumah adalah korban longsor dua tahun silam.

Hadi (40 Th.) bersama isteri dan empat anaknya memilih bertempat tinggal di Dusun Sumber Waru desa Paromaan, sebelumnya adalah warga desa Balik Terus Sangkapura.

"Uang pemberian pemerintah langsung dibelikan sebidang tanah untuk membangun rumah sebagai tempat tinggal bersama keluarga. Tetapi uang tersebut tidak mencukupi buat membangun rumah, sehingga mendirikan rumah gedek terbuat dari bambu," katanya.

"Alhamdulillah berkat bantuan pemerintah melalui proyek bedah rumah keluarga miskin, saya sekeluarga bisa menikmati rumah tembok dengan lantai semen," ujarnya dengan nada gembira.

"Terusterang ketika bencana terjadi, saya bersama isteri dan anak tidak memiliki uang seperesenpun, semua harta benda habis terkubur didalam tanah," jelasnya mengingat masa silam.

Kades Paromaan, Kafil Kamsidi mengatakan, "Sebenaranya di desa Paromaan masih banyak warga yang menempati tempat tinggal kurang layak, terutama korban bencana longsor kemarin," katanya. (bst)

Uji Coba Penanaman Padi Jajar Legowo Di Desa Paromaan

Media Bawean, 9 Juli 2010

Kepala Desa Paromaan Drs. H. Kafil Kamsidi

Sawah Ditanam Padi Jajar Logowo

Kantor Pertanian Kecamatan Tambak Pulau Bawean memiliki program uji coba penanaman padi jajar legowo di enam desa Kecamatan Tambak, yaitu desa Tambak, Paromaan, Sukalela Tanjungori, Pekalongan dan Kelompanggubuk.

Kemarin (8/7) Media Bawean melihat langsung hasil penanaman padi legowo di sawah seluas satu hektar milik warga desa Paromaan.

Kades Paromaan Kafil Kamsidi mengatakan, "Sawah di desa Paromaan menanami padi jajar legowo baru pertama kali, ini adalah uji coba yang dilakukan Pertanian Kecamatan Tambak. Bila hasilnya sangat baik, maka nantinya warga akan dianjurkan menggunakan cara tanam padi jajar legowo," katanya.

"Sementara dari Kelompok Tani Paromaan ada dua orang yang menanam padi jajar legowo seluas sawah satu hektar," ujarnya.

"Mulai proses awal penanaman, pengairan, pemupukan, dan sebagainya langsung dibina oleh Kantor Pertanian Tambak, kita hanya sebagai fasilitator saja," terangnya.

Ahmad Afandy sebagai Petugas Tekhnis Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Tambak, mengatakan, "Program penanaman padi jajar legowo adalah langkah awal mensosialisasikan sistem dan tata cara penanaman padi melalui proses yang benar kepada masyarakat," jelasnya.

"Bisa dibuktikan nanti hasil panen akan lebih banyak dibanding dengan penanaman padi seperti biasa yang dilakukan orang Bawean," paparnya. (bst)

Lomba Desa Di Paromaan Tambak

Media Bawean, 21 April 2010

Kades Pelakongan Tampil Menyanyi

Kercengan Anak MDU Paromaan

Penilaian lomba desa di Paromaan Tambak dilakukan kemarin (20/4) oleh Tim Penilai dari Kabupaten Gresik. Sampai ditempat acara, tim penilai langsung disambut dengan antraksi pencak silat Bawean.

Hadir para undangan meliputi Kepala UPTD Di Tambak, Kades Se Tambak dan Ibu PKK Se- Kecamatan Tambak. Sebagai acara pendukung, ditampilkan kesenian desa mulai zamrah, kercengan dan lain-lain. (bst)

Suara Kades Paromaan Tambak, Setuju Listrik PLN Pra Bayar Di Pulau Bawean

Media Bawean, 9 Februari 2010

Drs. Kafil Kamsidi, Kepala Desa Paromaan, Tambak, dihubungi Media Bawean hari ini (9/2), mengatakan, "Saya sudah menyampaikan hasil rapat kepada aparat desa Paromaan, termasuk tarif, biaya pasang baru dan lainnya," katanya.

"Warga Paromaan sebanyak 761 calon pelanggan baru PLN Bawean menyetujui tarif Rp. 1.200 dengan prabayar," ujarnya dengan tegas.

"Paromaan sudah siap tiang, gardu, dan kabel untuk dialiri listrik, hanya setrumnya saja belum masuk
sampai sekarang ," paparnya.

"Sementara listrik yang digunakan warga Paromaan adalah dua mesin diesel, yaitu mesin koubota dengan tiga slinder dan mesin mitsubishi dengan empat slinder. Pengelolaannya sangat menyiksa, contohnya
saya sekarang harus berlayar untuk membeli peralatan mesin yang rusak," jelasnya.

"Biaya operasional setiap bulannya di dusun Paromaan sebesar Rp. 6juta, sedangkan pemasukan dari penarikan pelanggan Rp. 5 juta, kekurangannya ditambah dari swadaya masyarakat," ungkapnya.

"Jadi harapan saya sebagai Kepala Desa Paromaan kepada PLN Bawean, agar segera action sesuai hasil rapat kemarin di DPRD Gresik,"harapnya. (bst)

Warga Korban Bencana Longsor Candi Mendapat Bantuan 10 juta

Media bawean, 6 Januari 2009


Warga korban longsor di Candi desa Paromaan Tambak hari ini (6/1) menerima bantuan dari pemerintah dari proyek APBN sebesar 10 juta per kepala keluarga. Bantuan tersebut diserahkan oleh Organisasi Masyarakat Setempat (OMS).

Kepala Desa Paromaan, Drs. Kafil Kamsi dalam sambutannya mengatakan, "Ternyata apa yang diharapakan oleh warganya sudah tercapai, dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat ataupun daerah," katanya.

"Bantuan ini dikhususkan pada pembangunan rumah, sesuai dengan proposal diajukan oleh korban bencana longsor. Jangan sampai dipergunakan kepada lainnya. Bila tidak sesuai dengan tujuannya atau dipergunakan untuk yang lain, bisa beresiko pada pelanggaran hukum," jelas Kepdes.

Sementara Camat, Sofyan,S.Sos,MM mengatakan, "Dana bantuan ini harus dipergunakan sesuai tujuan pada pengajuan, dan tidak ada pemotongan apapun dalam bantuan ini. Kita harus berterimakasih kepada Pemerintah Pusat dan Kabupaten yang telah membantu meringankan beban kita bersama," katanya.

Selain untuk bantuan bencana longsor, juga diberikan bantuan kepada tiga warga yang rumahnya terkena abrasi di daerah Timur Sungai Tanjungori. (bst)

Rumah Durung

Media Bawean 14 Oktober 2008

Suara Warga Terkena Bencana Di Paromaan ( 3 Habis )

Seorang Ibu Yang Rumahnya Tenggelam Total

Menurut pengakuan ibu yang terkena korban bencana kepada Media Bawean, saat melihat langsung tempat tinggalnya ukuran kecil dan terbuat dari durung yang letaknya ada ditengah sawah. "Rumah kami tenggelam total kedalam tanah. Tidak ada satupun harta benda yang bisa diselamatkan," katanya.

"Setelah itu, bule punya rencana membuat rumah dari durung, seperti yang Bapak lihat sendiri. Sudah 8 bulan menempati rumah durung," ujarnya.


"Tempat tidurnya tidak muat, sehingga anak-anak tidur diatas durung," jelasnya ibu.

Durung Dibuat Rumah Oleh Warga Korban Bencana

Dapur dan Peralatan Masak di Dalam Rumah Durung

Perlengkapan lainnya Didalam Rumah Durung

Rumah Yang Dibangun, baru selesai Pondasi

"Beginilah nasib bule mengken Pak, semoga uang bantuan cepat diberikan untuk membangun rumah," papar ibu dengan nada lemah. (bst)

Membabat Alas Untuk Membangun Rumah

Media Bawean, 13 Oktober 2008

Suara Warga Terkena Bencana Di Desa Paromaan ( 2 )

Kepdes Paromaan Dengan Dengan Muslihah

Di Area Ini Rumah Muslihah Akan Di Bangun

Membersihakan Pohon Bambu

Membersihkan Pohon Bambu Untuk Membangun Rumah

Untuk membangun rumah bagi warga korban bencana, memerlukan kerja keras untuk membangunnya kembali. Seperti yang dialami Ibu Muslihah, yang sebelumnya numpang atau ikut sama saudaranya di desa Pekalongan, Maka memutuskan untuk membeli sebidang tanah seharga 10 juta untuk membangun rumah sendiri. Dengan pertimbangan lahan pertanian dan sawah lebih dekat tinggal di desa Paromaan.

Menurut Ibu Muslihah, "kami hanya mampu membeli sebidang tanah, tapi bingung untuk biaya bahan bangunannya," ujarnya.

"Semoga bantuan dari pemerintah cepat turun, untuk mengurangi beban saya membangun rumah," kata Muslihah.

Lain halnya dengan Qomariyah, sampai sekarang masih menempati sebuah rumah yang dibuat dari durung. Menurut Qomariyah kepada Media Bawean, "Inilah tempat tinggal kami selama ini, silahkan lihat kedalam rumah," katanya.

Sambil mempersilahkan Media Bawean untuk mengambil foto dalam ruangan yang cukup sempit.
Qomariyah Berdiri Didepan Rumahnya

Qomariyah Berdiri Di Dalam Rumahnya

Lemari Yang ada Didalam Rumah

Tempat Tidur Didalam Rumah Qomariyah

Warga Bertahan Di Lokasi Rawan Bencana

Media Bawean, 12 Oktober 2008

Sebagian besar warga di Dusun Grujukan desa Paromaan masih nampak santai dengan kehidupannya sehari-hari. Perumahan warga yang berdekatan dengan lokasi bencana dusun Candi dan termasuk pintu masuk danau kastoba, masih dihuni dan masih banyak warga yang bertahan sampai sekarang.

Menurut Kepala Desa Paromaan Drs. Abdul Kafil Kamsidi, saat meninjau langsung ke Dusun Grujukan dengan Media Bawean, mengatakan," Kami sudah melarang warga Dusun Grujukan tinggal disini, sebab sangat membahayakan," ujarnya


Rumah Roboh Di Dusun Grujukan Saat Bencana Candi

Lokasi Rawan Bencana di Dusun Grujukan Paromaan
"Tapi warga Dusun Grujukan bersikeras tetap tinggal disini dengan alasan tidak punya tempat tinggal alternatif," kata Kafil.

"Dari pemerintah untuk satu buah rumah di Dusun Grujukan mendapat Rp. 2,5 juta," ujar Kafil.

"Bila melihat kondisi bangunan disini, nampak retak-retak dinding bangunan rumah yang ada, ini sangat membahayakan sekali bagi keselamatan warga kami," papar Kafil.

"Terusterang kami tidak memikirkan pada pembangunan infrastruktur jalan ataupun lainnya, hanya berfikir bagaimana warga kami bisa memiliki tempat tinggal yang layak dan tidak membahayakan seperti disini," jelas Kepdes Paromaan. (bst)

Bangun Rumah Modal Hutang

Media Bawean, 12 Oktober 2008

Suara Warga Terkena Bencana Di Desa Paromaan ( 1 )

Media Bawean berkunjung ketempat tinggal warga yang terkena bencana di Candi Paromaan Tambak.

Ahyari Mantan Kepala Dusun Laoksabeh

Ahyari dengan Baharuddin (Mantan Anggota BPD Balikterus)

Rumah Ahyari Sedang Dibangun

Rumah Ahyari Sedang Dibangun
Rumah Ahyari Sedang Dibangun

Ahyari adalah Mantan Kepala Dusun Laoksabeh Balikterus. Menurut Ahyari, mengatakan," Kami pindah kesini (Dusun Candi : Red.) bukan paksaan siapapun, ini adalah kemauan kami sendiri dengan banyak pertimbangan. Diantaranya aset lebih banyak disini dan tidak mungkin kami pindah kesana (Gandariyah : Red.), sebab kekayaan lebih banyak disini dan bukan barang dagangan untuk bisa dipindahkan, tapi sawah dan kebun," ujarnya.

"Kami membangun rumah dengan membeli tanah 10 juta dari hasil penjualan sapi yang masih hidup satu ekor," kata Ahyari.

"Sedangkan bahan bangunan, seperti semen, batu bata, pasir dan batu masih hutang. Sampai hari ini kami menunggu bantuan pemerintah yang 15 juta. Itupun masih kurang, tapi kami berterima kasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan nasib kami," ujar Ahyari. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean